Back

ⓘ Budaya Indonesia



                                               

Uang gobog Indonesia

Uang gobog Indonesia, juga dikenal sebagai koin ajaib Indonesia, adalah sekumpulan benda mirip koin yang berdasarkan pada koin gobog, amulet dan talisman Tiongkok serupa namun diubah secara tersendiri dari koin tersebut. Koin gobog Indonesia dipengaruhi oleh Hindu, Islam dan budaya asli dan sering kali menggambarkan pencitraan relijius dari agama Hindu untuk alasan tersebut.

                                               

Puteri Indonesia 2021

Puteri Indonesia 2021 adalah kontes kecantikan nasional Puteri Indonesia yang akan diselenggarakan untuk ke-25 kalinya. Di akhir acara, Ayu Maulida, Puteri Indonesia 2020 dari Jawa Timur akan memahkotai Puteri Indonesia 2021. Selain itu, Puteri Indonesia Lingkungan 2020, Putu Ayu Saraswati dari Bali akan memahkotai Puteri Indonesia Lingkungan 2021 dan Puteri Indonesia Pariwisata 2020, Jihane Almira Chedid dari Jawa Tengah akan memahkotai Puteri Indonesia Pariwisata 2021.

                                               

Idgitaf

Brigita Meliala yang lebih dikenal dengan nama panggung Idgitaf adalah penyanyi, selebritas internet, dan kreator konten berkebangsaan Indonesia. Namanya dikenal sejak ia memarodikan video Odading Mang Oleh. Pada tahun 2020, ia merilis singel perdananya yang berjudul Hal Indah Butuh Waktu untuk Datang #Solekmu. Gita adalah anak bungsu dari Adrianus Meliala yang merupakan anggota Ombudsman Republik Indonesia.

                                               

Bali Mon Amour

Bali Mon Amour adalah serial web Indonesia produksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang disutradarai oleh Lasja Fauzia Susatyo dan dibintangi oleh Abidzar Al Ghifari, Estelle Linden, Maudy Koesnaedi, dan masih banyak lagi.

                                               

Jujuk Prabowo

Leo Irianus Juhartono lahir di Yogyakarta, 28 Juni 1954. Singgle Parent dari 5 anak, istrinya juga seorang seniman tari dan teater Saptaria Handayaningsih. Sedari kecil akrap dengan lingkungan kesenian, selain gemar mendengar siaran wayang. Saat remaja tumbuh dan menekuni kesenian Jawa pada tahun 1969 berbagung dengan kelompok Wayang Wong RRI Ngesti Pandhowo dan Sapta Mandala hingga ahirnya pada tahun 1970 nyantrik di Pusat Latihan Tari Bagong Kussudiardja mengembangkan tarian klasik baru dan mengolah kemampuan lain tari balet dengan RM.Wisnu Whardana, Karir sebagai sutradara teater dan du ...

Budaya Indonesia
                                     

ⓘ Budaya Indonesia

Budaya Indonesia adalah seluruh kebudayaan nasional, kebudayaan lokal, maupun kebudayaan asal asing yang telah ada di Indonesia sebelum Indonesia merdeka pada tahun 1945. Budaya Indonesia dapat juga diartikan bahwa Indonesia memiliki beragam suku bangsa dan budaya yang beragam seperti tarian daerah, pakaian adat, dan rumah adat. Budaya Indonesia tidak hanya mencakup budaya asli bumiputera, tetapi juga mencakup budaya-budaya pribumi yang mendapat pengaruh budaya Tionghoa, Arab, India, dan Eropa.

                                     

1. Kebudayaan nasional

Kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional atau jati diri bangsa. Definisi kebudayaan nasional menurut TAP MPR No.II tahun 1998, yakni:

Kebudayaan nasional dalam pandangan Ki Hajar Dewantara adalah" puncak-puncak dari kebudayaan daerah”. Kutipan pernyataan ini merujuk pada paham kesatuan makin dimantapkan, sehingga ketunggalikaan makin lebih dirasakan daripada kebhinekaan. Wujudnya berupa negara kesatuan, ekonomi nasional, hukum nasional, serta bahasa nasional. Kebudayaan nasional bisa juga berarti sifat wutuhnya bangsa, teristimewa mengenai tingkatan atau derajat kemanusiaannya, baik lahir maupun batin. Definisi yang diberikan oleh Koentjaraningrat dapat dilihat dari pernyataannya:" yang khas dan bermutu dari suku bangsa mana pun asalnya, asal bisa mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga, itulah kebudayaan nasional”. Pernyataan ini merujuk pada puncak-puncak kebudayaan daerah dan kebudayaan suku bangsa yang bisa menimbulkan rasa bangga bagi orang Indonesia jika ditampilkan untuk mewakili identitas bersama. Nunus Supriadi," Kebudayaan Daerah dan Kebudayaan Nasional”

Pernyataan yang tertera pada GBHN tersebut merupakan penjabaran dari UUD 1945 Pasal 32. Dewasa ini tokoh-tokoh kebudayaan Indonesia sedang mempersoalkan eksistensi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional terkait dihapuskannya tiga kalimat penjelasan pada pasal 32 dan munculnya ayat yang baru. Mereka mempersoalkan adanya kemungkinan perpecahan oleh kebudayaan daerah jika batasan mengenai kebudayaan nasional tidak dijelaskan secara gamblang.

Sebelum diamendemen, UUD 1945 menggunakan dua istilah untuk mengidentifikasi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional. Kebudayaan bangsa, ialah kebudayaan-kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagi puncak-puncak di daerah-daerah di seluruh Indonesia, sedangkan kebudayaan nasional sendiri dipahami sebagai kebudayaan bangsa yang sudah berada pada posisi yang memiliki makna bagi seluruh bangsa Indonesia. Dalam kebudayaan nasional terdapat unsur pemersatu dari Bangsa Indonesia yang sudah sadar dan mengalami persebaran secara nasional. Di dalamnya terdapat unsur kebudayaan bangsa dan unsur kebudayaan asing, serta unsur kreasi baru atau hasil invensi nasional.

                                     

2. Wujud kebudayaan daerah di Indonesia

Kebudayaan daerah tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat di seluruh daerah di Indonesia. Setiap daerah memilki ciri khas kebudayaan yang berbeda. Berikut ini beberapa kebudayaan Indonesia berdasarkan jenisnya:

                                     

2.1. Wujud kebudayaan daerah di Indonesia Upacara adat

Upacara adat merupakan suatu bentuk tradisi yang bersifat turun-temurun yang dilaksanakan secara teratur dan tertib menurut adat kebiasaan masyarakat dalam bentuk suatu rangkaian aktivitas permohonan sebagai ungkapan rasa terima kasih. Selain itu, upacara adat merupakan perwujudan dari sistem kepercayaan masyarakat yang mempunyai nilai-nilai universal, bernilai sakral, suci, religius, dilakukan secara turun-temurun serta menjadi kekayaan kebudayaan nasional.

Unsur-unsur dalam upacara adat meliputi: tempat upacara, waktu pelaksanaan, benda-benda/peralatan dan pelaku upacara yang meliputi pemimpin dan peserta upacara.

Jenis-jenis upacara adat di Indonesia antara lain: Upacara kelahiran, perkawinan, kematian, penguburan, pemujaan, pengukuhan kepala suku dan sebagainya.

Beberapa upacara adat tradisional yang dilaksanakan masyarakat antara lain:

                                     

2.2. Wujud kebudayaan daerah di Indonesia Jawa

  • Dugderan oleh masyarakat Semarang
  • Jolenan di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah
  • Seren taun di Jawa Barat
  • Kasodo oleh masyarakat Tengger
  • Padusan, di Jawa Tengah. Padusan dikenal sebagai semacam upacara bersih diri yang dilakukan menjelang bulan puasa. Biasanya warga dan masyarakat melakukan ini di sungai yang mengalir atau sumber air umbul
  • Seblang oleh masyarakat Osing
  • Mitoni, tedak siti, ruwatan, kenduri, grebegan di Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur
                                     

2.3. Wujud kebudayaan daerah di Indonesia Kalimantan Barat

  • Robo-robo masyarakat Mempawah
  • Gawai Dayak masyarakat Dayak
                                     

2.4. Wujud kebudayaan daerah di Indonesia Kalimantan Selatan

  • Aruh Baharin masyarakat Dayak
  • Macceratasi masyarakat Kotabaru Kalimantan Selatan
  • Mappanretasi masyarakat Bugis Pagatan
  • Bapapai masyarakat Banjar
  • Baayun Mulud masyarakat Banjar
  • Badudus masyarakat Banjar
                                     

2.5. Wujud kebudayaan daerah di Indonesia Sulawesi

  • Mapasilaga tedong suku Toraja
  • Sayyang Pattudu suku Mandar
  • Rambu solo suku Toraja
                                     

2.6. Wujud kebudayaan daerah di Indonesia Nusa Tenggara

  • Ngaben di Bali
  • Nelu bulanin di Bali
  • Nyongkolan di Lombok
  • Pasola sumba di Pulau Sumba
                                     

2.7. Wujud kebudayaan daerah di Indonesia Maluku

  • Pukul sapu di Maluku
  • Kololi kie di Maluku Utara
  • Buka sasi lompa di Maluku
  • Abdau di Maluku
                                     

2.8. Wujud kebudayaan daerah di Indonesia Aksara

Aksara Nusantara merupakan beragam aksara atau tulisan yang digunakan di Indonesia untuk secara khusus menuliskan bahasa daerah tertentu, meskipun penggunaannya untuk sekarang tergeser oleh alfabet Latin.

  • Aksara Bali untuk menuliskan bahasa Bali.
  • Aksara Jawa Hanacaraka untuk menuliskan bahasa Jawa.
  • Aksara Lontara untuk menuliskan bahasa Bima, Bugis, Luwu, Makassar, dan Mandar.
  • Aksara Jawi untuk menuliskan bahasa Melayu dan rumpunnya.
  • Aksara Pegon untuk menuliskan bahasa Jawa dan Sunda.
  • Aksara Sunda untuk menuliskan bahasa Sunda.
  • Aksara Kaganga untuk menuliskan bahasa Rejang.
  • Aksara Sasak untuk menuliskan Bahasa Sasak
  • Aksara Batak untuk menuliskan bahasa Batak.
  • Aksara Lampung untuk menuliskan bahasa Lampung.
                                     

2.9. Wujud kebudayaan daerah di Indonesia Teater dan drama

Teater merupakan tontonan yang dipertunjukkan di depan khalayak umum. Seni teater adalah jenis kesenian dalam bentuk pertunjukkan drama secara langsung yang dipentaskan di atas panggung. Teater di Indonesia banyak macamnya, berikut macam-macam teater Indonesia:

Pada masa Hindia Belanda, sebuah teater komedi stambul pernah populer. Teater ini adalah suatu bentuk seni pertunjukan teater sandiwara keliling yang pada waktu itu lahir untuk memenuhi hiburan bagi rakyat. Sebenarnya teater keliling ini mirip dengan teater yang ada di Eropa, seperti halnya pertunjukan sirkus. Komedi stambul mati pada tahun 1891. Pada umumnya, pertunjukannya bersumber dari cerita-cerita Melayu, Arab, Persia, India, Gujarat, Eropa, dan opera.

Seiring berjalannya waktu, seni teater modern berkembang di Indonesia dengan gaya drama mereka yang berbeda. Kelompok teater, tari, dan drama terkemuka seperti Teater Koma semakin populer di Indonesia karena drama mereka sering menggambarkan sindiran sosial dan politik masyarakat Indonesia.



                                     

2.10. Wujud kebudayaan daerah di Indonesia Tarian

Tarian Indonesia mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman suku bangsa dan budaya Indonesia. Biasanya tarian berfungsi untuk menyambut tamu, peringatan hari atau peristiwa tertentu atau bentuk ritual keagamaan.Terdapat lebih dari 700 suku bangsa di Indonesia: dapat terlihat dari akar budaya bangsa Austronesia dan Melanesia, dipengaruhi oleh berbagai budaya dari negeri tetangga di Asia bahkan pengaruh barat yang diserap melalui kolonialisasi. Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki berbagai tarian khasnya sendiri; Di Indonesia terdapat lebih dari 3000 tarian asli Indonesia. Tradisi kuno tarian dan drama dilestarikan di berbagai sanggar dan sekolah seni tari yang dilindungi oleh pihak keraton atau akademi seni yang dijalankan pemerintah.

Untuk keperluan penggolongan, seni tari di Indonesia dapat digolongkan ke dalam berbagai kategori. Dalam kategori sejarah, seni tari Indonesia dapat dibagi ke dalam tiga era: era kesukuan prasejarah, era Hindu-Buddha, dan era Islam. Berdasarkan pelindung dan pendukungnya, dapat terbagi dalam dua kelompok, tari keraton tari istana yang didukung kaum bangsawan, dan tari rakyat yang tumbuh dari rakyat kebanyakan. Berdasarkan tradisinya, tarian Indonesia dibagi dalam dua kelompok; tari tradisional dan tari kontemporer.



                                     

2.11. Wujud kebudayaan daerah di Indonesia Lagu

Lagu daerah atau musik daerah atau lagu kedaerahan, adalah lagu atau musik yang berasal dari suatu daerah tertentu dan menjadi populer dinyanyikan baik oleh rakyat daerah tersebut maupun rakyat lainnya. Pada umumnya pencipta lagu daerah ini tidak diketahui lagi alias noname.

Lagu kedaerahan mirip dengan lagu kebangsaan, namun statusnya hanya bersifat kedaerahan saja. Lagu kedaerahan biasanya memiliki lirik sesuai dengan bahasa daerahnya masing-masing seperti Manuk Dadali dari Jawa Barat dan Rasa Sayange dari Maluku. Hal itu dikarenakan lagu daerah dibuat berdasarkan gaya, tradisi, serta bahasa yang sesuai dengan daerahnya.

Selain lagu daerah, Indonesia juga memiliki beberapa lagu nasional atau lagu patriotik yang dijadikan sebagai lagu penyemangat bagi para pejuang pada masa perang kemerdekaan.

Perbedaan antara lagu kebangsaan dengan lagu patriotik adalah bahwa lagu kebangsaan ditetapkan secara resmi menjadi simbol suatu bangsa. Selain itu, lagu kebangsaan biasanya merupakan satu-satunya lagu resmi suatu negara atau daerah yang menjadi ciri khasnya. Lagu Kebangsaan Indonesia adalah Indonesia Raya yang diciptakan oleh Wage Rudolf Soepratman.



                                     

2.12. Wujud kebudayaan daerah di Indonesia Musik

Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan keragaman alat musiknya. Identitas musik Indonesia mulai terbentuk ketika budaya Zaman Perunggu bermigrasi ke Nusantara pada abad ketiga dan kedua Sebelum Masehi. Musik-musik suku tradisional Indonesia umumnya menggunakan instrumen perkusi, terutama gendang dan gong. Beberapa berkembang menjadi musik yang rumit dan berbeda-beda, seperti alat musik petik sasando dari Pulau Rote, angklung dari Jawa Barat, dan musik orkestra gamelan yang kompleks dari Jawa dan Bali

Musik di Indonesia sangat beragam dikarenakan oleh suku-suku di Indonesia yang bermacam-macam, sehingga boleh dikatakan seluruh 17.508 pulaunya memiliki budaya dan seninya sendiri. Indonesia memiliki ribuan jenis musik, kadang-kadang diikuti dengan tarian dan pentas. Musik tradisional yang paling banyak digemari adalah gamelan, angklung dan keroncong, sementara musik modern adalah pop dan dangdut.

                                     

2.13. Wujud kebudayaan daerah di Indonesia Seni pertunjukan

Indonesia adalah negara yang memiliki beragam kekayaan budaya dan tradisinya. Beberapa tradisi tersebut bersifat seni pertunjukan dan saat ini sudah berkembang di Nusantara. Seni pertunjukan adalah karya seni yang melibatkan aksi individu atau kelompok di tempat dan waktu tertentu. Berikut adalah macam-macam seni pertunjukan di Indonesia:

                                     

2.14. Wujud kebudayaan daerah di Indonesia Seni gambar dan lukis

Lukisan Indonesia sebelum abad ke-19 sebagian besar terbatas pada seni dekoratif, dianggap sebagai kegiatan religius dan spiritual, sebanding dengan seni Eropa pra-1400. Nama-nama seniman pada kala itu anonim, sebab pencipta manusia dipandang jauh lebih penting daripada kreasi mereka untuk menghormati dewa atau roh. Beberapa contoh adalah seni dekoratif kenyah, yang didasarkan pada motif alam endemik seperti pakis dan rangkong, umumnya ditemukan pada dinding rumah panjang Kenyah untuk tujuan estetika. Seni tradisional yang terkenal lainnya adalah ukiran kayu Toraja yang geometris. Lukisan Bali pada awalnya merupakan gambar narasi untuk menggambarkan adegan legenda Bali dan skrip agama Hindu. Lukisan-lukisan Bali klasik sering menghiasi manuskrip lontar dan juga langit-langit paviliun pura dan kuil.

Di bawah pengaruh kekuasaan kolonial Belanda, seni lukis yang cenderung ke arah lukisan gaya Barat muncul - pada abad ke-19. Di Belanda, istilah "Lukisan Indonesia" diterapkan pada lukisan-lukisan yang diproduksi oleh Belanda atau seniman asing lainnya yang tinggal dan bekerja di - bekas - Hindia Belanda. Pelukis asli Indonesia abad ke-19 yang paling terkenal adalah Raden Saleh 1807–1877, seniman pribumi - bercampur darah Arab - pertama yang belajar di Eropa. Seninya sangat dipengaruhi oleh romantisisme. Pada tahun 1920, Walter Spies menetap di Bali, ia sering dikreditkan dengan menarik perhatian tokoh budaya Barat ke budaya dan kesenian Bali. Karya-karyanya telah mempengaruhi seniman dan pelukis Bali. Kini, Bali memiliki salah satu tradisi melukis yang paling jelas dan paling kaya di Indonesia.

1920-an hingga 1940-an adalah masa pertumbuhan nasionalisme di Indonesia. Periode sebelumnya gerakan romantisme tidak dilihat sebagai gerakan murni Indonesia dan tidak berkembang. Pelukis mulai melihat dunia alami untuk inspirasi. Beberapa contoh pelukis Indonesia selama periode ini adalah Bali Ida Bagus Made dan realis Basuki Abdullah. Asosiasi Pelukis Indonesia Persatuan Ahli-Ahli Gambar Indonesia atau PERSAGI, 1938–1942 dibentuk selama periode ini. PERSAGI menetapkan filosofi seni kontemporer yang melihat karya seni sebagai refleksi dari pandangan individu atau pribadi seniman serta ekspresi pemikiran budaya nasional.

Sejak tahun 1940-an, para seniman mulai menggabungkan teknik-teknik Barat dengan citra dan budaya di Asia Tenggara. Pelukis yang berakar dalam gerakan revolusioner Perang Dunia dan periode pasca Perang Dunia mulai muncul selama periode ini, seperti Sudjojono, Affandi, dan Hendra. Selama tahun 1960-an, unsur-unsur baru ditambahkan ketika abstrak ekspresionisme dan seni Islam mulai diserap oleh komunitas seni. Juga selama periode ini, kelompok pelukis yang lebih peduli tentang realitas masyarakat Indonesia mulai muncul, mengambil inspirasi dari masalah sosial seperti pembagian antara orang kaya dan orang miskin, polusi, dan penggundulan hutan. Identitas nasional Indonesia ditekankan oleh para pelukis ini melalui penggunaan gaya dokumenter yang realistis. Selama periode Soekarno, seni yang terlibat secara sosial ini secara resmi dipromosikan, tetapi setelah tahun 1965, popularitasnya menurun karena kecenderungan yang diduga komunis.

Tiga akademi seni yang menawarkan pelatihan formal yang luas dalam seni visual adalah Institut Teknologi Bandung yang didirikan pada 1947; Akademi Seni Rupa Indonesia ASI atau ASRI, sekarang dikenal sebagai ISI, di Yogyakarta diresmikan pada 1950; dan Institut Kesenian Jakarta IKJ, dibuka pada tahun 1970.

                                     

2.15. Wujud kebudayaan daerah di Indonesia Seni patung

  • Papua: Asmat
  • Bali: Garuda Wisnu Kencana
  • Jawa: Patung Buto
                                     

2.16. Wujud kebudayaan daerah di Indonesia Seni suara

  • Gorontalo: Dikili
  • Kalimantan Tengah: Karungut
  • Jawa, Sunda: Sinden
  • Sumatra Utara, Riau: Talibun
  • Kepulauan Riau: Ghazal, Kompang
                                     

2.17. Wujud kebudayaan daerah di Indonesia Kesusastraan

Sastra Indonesia adalah sebuah istilah yang melingkupi berbagai macam karya sastra di Asia Tenggara. Istilah "Indonesia" sendiri mempunyai arti yang saling melengkapi terutama dalam cakupan geografi dan sejarah poltik di wilayah tersebut.

Sastra Indonesia dibagi menjadi 2 bagian besar yakni lisan dan tulisan. Sastra Indonesia sendiri dapat merujuk pada sastra yang dibuat di wilayah Kepulauan Indonesia. Sering juga secara luas dirujuk kepada sastra yang bahasa akarnya berdasarkan Bahasa Melayu dimana bahasa Indonesia adalah satu turunannya. Dengan pengertian kedua maka sastra ini dapat juga diartikan sebagai sastra yang dibuat di wilayah Melayu selain Indonesia, terdapat juga beberapa negara berbahasa Melayu seperti Malaysia dan Brunei, demikian pula bangsa Melayu yang tinggal di Singapura.

                                     

2.18. Wujud kebudayaan daerah di Indonesia Masakan

Masakan Indonesia merupakan pencerminan beragam budaya dan tradisi berasal dari kepulauan Nusantara yang terdiri dari sekitar 6.000 pulau dan memegang tempat penting dalam budaya nasional Indonesia secara umum dan hampir seluruh masakan Indonesia kaya dengan bumbu berasal dari rempah-rempah seperti kemiri, cabai, temu kunci, lengkuas, jahe, kencur, kunyit, kelapa dan gula aren dengan diikuti penggunaan teknik-teknik memasak menurut bahan dan tradisi-adat yang terdapat pula pengaruh melalui perdagangan yang berasal seperti dari India, Tiongkok, Timur Tengah, dan Eropa.

Perbedaan antara masakan di satu daerah dan daerah lain begitu jauh. Pada dasarnya tidak ada satu bentuk tunggal "masakan Indonesia", tetapi lebih kepada, keanekaragaman masakan regional yang dipengaruhi secara lokal oleh Kebudayaan Indonesia serta pengaruh asing. Sebagai contoh, beras yang diolah menjadi nasi putih, ketupat atau lontong beras yang dikukus sebagai makanan pokok bagi mayoritas penduduk Indonesia namum untuk bagian timur lebih umum dipergunakan juga jagung, sagu, singkong, dan ubi jalar. Bentuk lanskap penyajiannya umumnya disajikan di sebagian besar makanan Indonesia berupa makanan pokok dengan lauk-pauk berupa daging, ikan atau sayur disisi piring.

                                     

2.19. Wujud kebudayaan daerah di Indonesia Film

Era awal perfilman Indonesia ini diawali dengan berdirinya bioskop pertama di Indonesia pada 5 Desember 1900 di daerah Tanah Abang, Batavia dengan nama Gambar Idoep yang menayangkan berbagai film bisu. Bioskop tersebut didirikan bukan di sebuah gedung, tapi di sebuah rumah.

Film pertama yang dibuat pertama kalinya di Indonesia adalah film bisu tahun 1926 yang berjudul Loetoeng Kasaroeng cdan dibuat oleh sutradara Belanda G. Kruger dan L. Heuveldorp. Saat film ini dibuat dan dirilis, negara Indonesia belum ada dan masih merupakan Hindia Belanda, wilayah jajahan Kerajaan Belanda. Film ini dibuat dengan didukung oleh aktor lokal oleh Perusahaan Film Jawa NV di Bandung dan muncul pertama kalinya pada tanggal 31 Desember, 1926 di teater Elite and Majestic, Bandung.

Perfilman Indonesia sendiri memiliki sejarah yang panjang dan sempat menjadi raja di negara sendiri pada tahun 1980-an, ketika film Indonesia merajai bioskop-bioskop lokal. Film-film yang terkenal pada saat itu antara lain, Catatan si Boy 1987, Blok M dan masih banyak film lain. Bintang-bintang muda yang terkenal pada saat itu antara lain Onky Alexander, Meriam Bellina, Lydia Kandou, Nike Ardilla, Paramitha Rusady, dan Desy Ratnasari.

Selain film-film komersial, juga ada banyak film nonkomersil yang berhasil memenangkan penghargaan di mana-mana yang berjudul Pasir Berbisik yang menampilkan Dian Sastrowardoyo dengan Christine Hakim dan Didi Petet. Selain dari itu ada juga film yang dimainkan oleh Christine Hakim seperti Daun di Atas Bantal yang menceritakan tentang kehidupan anak jalanan. Tersebut juga film-film Garin Nugroho yang lainnya, seperti Aku Ingin Menciummu Sekali Saja, juga ada film Marsinah yang penuh kontroversi karena diangkat dari kisah nyata. Selain itu juga ada film seperti Beth, Novel tanpa huruf R, Kwaliteit 2 yang turut serta meramaikan kembali kebangkitan film Indonesia. Festival Film Indonesia juga kembali diadakan pada tahun 2004 setelah vakum selama 12 tahun.

                                     

2.20. Wujud kebudayaan daerah di Indonesia Agama dan filsafat

Islam adalah agama mayoritas di Indonesia, dengan hampir 88% orang Indonesia menyatakan Muslim menurut sensus tahun 2000, menjadikan Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, sehingga Indonesia dijuluki dengan The Most Big Muslim Population ". Populasi lainnya adalah 9% Kristen yang kira-kira dua pertiga adalah Protestan dengan sisanya Katolik, 2% Hindu, 1% Buddha, dan konghuchu 0.05%

                                     

3. Kongres Kebudayaan Indonesia

Bangsa Indonesia telah memiliki semangat untuk memajukan kebudayaan dari zaman kolonial Hindia Belanda. Semangat itu tergambar dari penyelenggaraan Kongres Kebudayaan Indonesia. Dari waktu ke waktu, Kongres Kebudayaan Indonesia dilaksanakan untuk menjawab peran kebudayaan terhadap perkembangan zamannya.

                                     

3.1. Kongres Kebudayaan Indonesia Masa Kolonial

Kongres Kebudayaan Indonesia pertama kali dilaksanakan pada 1909.Hal ini tidak lepas dari mulai tumbuhnya kalangan pelajar dan mengemukakan gagasan tentang "bangsa". Walaupun pada 1909, kongres ini masih kental dengan budaya Jawa, tetapi mulai terlihat semangat baru untuk memajukan kebudayaan sendiri di tengah kolonialisme. Kongres pertama ini juga menghasilkan Java Institut, yang selanjutnya banyak bepartisipasi dalam penyelenggaraan berbagai kongres kebudayaan pada masa kolonial.

Java Institut telah melaksanakan enam kongres kebudayaan yaitu pada 1919, 1921, 1924, 1926, 1929 dan 1937. Pada 1919, topik Utama masih berorientasi pada pengembangan kebudayaan Jawa, khususnya sejarah dan kebudayaan. Pada kongres 1921, topik yang diangkat adalah pendidikan musik dan sejarah kepada para siswa bumiputra, khususnya kebudayaan Sunda. Kongres yang diselenggarakan di Kota Bandung ini juga memiliki topik terkait kesenian asing. Masa itu, peserta mengajukan tiga sikap dalam menanggapi kesenian asing. Pertama, membuang budaya lama dan membangun budaya baru. Sedangkan yang kedua, adalah budaya lama dipelihara. Terakhir, budaya baru disesuaikan dengan budaya lama. Para peserta kongres mengambil sikap yang ketiga. Kongres pada tahun-tahun selanjutnya mengangkat topik akan dijelaskan secara berurutan. Pada 1924, perhatian kepada kebudayaan daerah dalam penyelenggaraan Pendidikan. Pada 1926, Bahasa, bumi dan suku bangsa Jawa timur. Pada 1929, pengajaran filsafat timur dan sastra dalam dunia Pendidikan. Pada 1937 adalah mengangkat perhatian yang besar kepada kebudayaan Bali.

                                     

3.2. Kongres Kebudayaan Indonesia Masa Kemerdekaan

Setelah Indonesia Merdeka sampai tahun 1960, telah dilaksanakan 5 kali Kongres Kebudayaan. Secara singkat dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Kongres Kebudayaan V pada 1960, mengangkat topik kebudayaan dan ekonomi.
  • Kongres Kebudayaan I pada 1948, mengangkat topik upaya seniman, cendekiawan dan budayawan untuk meletakkan dasar pembangunan bangsa yang berwawasan budaya;
  • Kongres Kebudayaan IV pada 1957, mengangkat topik kebudayaan dan arsitektur;
  • Kongres Kebudayaan III pada 1954, mengangkat topik Pendidikan kebudayaan bagi kaum pelajar, masyarakat kota, buruh dan tani;
  • Kongres Kebudayaan II pada 1951, mengangkat topik usaha pemecahan di bidang kesenian seperti hak pengarang/hak cipta, perkembangan kesusastraan, kritik seni, sensor film dan organisasi kebudayaan;
                                     

3.3. Kongres Kebudayaan Indonesia Masa Pemerintahan Presiden Soeharto dan Reformasi

Ada jeda yang panjang selama lebih dari tiga puluh tahun baru Kongres Kebudayaan VI dilaksanakan kembali pada 1991. Penjelasan secara singkat sebagai berikut:

  • hukum dan korupsi
  • lingkungan hidup
  • integrasi dan disintegrasi,
  • Kongres Kebudayaan VII pada 2003, membahas kebijakan dan strategi kebudayaan Indonesia yang melingkupi 16 pokok topik, di antaranya
  • ekonomi kerakyatan
  • bahasa dan simbol
  • warisan budaya
  • desentralisasi politik daerah
  • budaya pop dan hiburan
  • krisis otoritas,
  • Kongres Kebudayaan VI pada 1991, membahas lima topik Utama, yaitu warisan budaya, penyaringan dan pengembangan; kebudayaan nasional, kini dan masa depan; daya cipta dan pertumbuhan kesenian daerah dan nasional; kebudayaan dan sector-sector kehidupan masyarakat; kebudayaan nasional dan dunia.
  • reinterpretasi dan reposisi adat dan tradisi
  • konflik dan kekerasan
  • religi dan spiritualitas
  • ilmu pengetahuan dan teknologi
  • identitas dan transisi
  • pendidikan
  • kesetaraan gender
  • Kongres Kebudayaan VIII pada 2008, bertema "Kebudayaan untuk Kemajuan dan Perdamaian Menuju Kesejahteraan" yang melingkupi 15 pokok bahasanf
  • seni pertunjukkan
  • etika
  • pendidikan
  • warisan budaya
  • sastra
  • filantropi kebudayaan
  • diplomasi kebudayaan
  • kebijakan dan strategi kebudayaan
  • film/seni media
  • bahasa
  • identitas budaya
  • media massa
  • seni rupa
  • hak kekayaan intelektual
  • ekonomi kreatif
  • pengelolaan kebudayaan
  • demokrasi
  • Kongres Kebudayaan IX pada 2013. Kongres yang diselenggarakan di Yogyakarta ini pernah menuai kecaman dari beberapa kalangan aktivis dan seniman. Kekecawaan aktivis mengenai kongres ini masih dapat dilihat jejaknya di internet. Salah satunya adalah Hanny Setiawan yang menuliskan artikel dengan judul "Kongres Kebudayaan, Kongres Abal-abal" di kolom Kompasiana. Kongres Kebudayaan IX pada 2013 menghasilkan 5 rekomendasi, di antaranya D
  • generasi muda sebagai sumber kebudayaan
  • diplomasi kebudayaan
  • pendidikan
  • Kongres Kebudayaan X pada 2018. Kongres Kebudayaan 2018 menghasilkan 7 agenda strategis kebudayaan dan 7 resolusi yang menjawab agenda strategis.
                                     

4. Lihat pula

  • Budaya Minangkabau
  • Budaya Jawa
  • Budaya Maluku
  • Budaya Timor
  • Budaya Sunda
  • Budaya Aceh
  • Budaya Melayu

Budaya Peranakan

  • Budaya India-Indonesia
  • Budaya Arab-Indonesia
  • Budaya Tionghoa-Indonesia
Free and no ads
no need to download or install

Pino - logical board game which is based on tactics and strategy. In general this is a remix of chess, checkers and corners. The game develops imagination, concentration, teaches how to solve tasks, plan their own actions and of course to think logically. It does not matter how much pieces you have, the main thing is how they are placement!

online intellectual game →