Back

ⓘ Budaya Sunda



                                               

Wawat Rosmawati

Wawat Rosmawati adalah seorang perempuan berkebangsaan asal tanah air Indonesia. Berdarah adat budaya suku Sunda. Lahir di kota Garut Pada Tanggal 18 - 11 -1969. Beliau Menikah dan Menjadi Pasangan dengan seorang pria dari kota Bandung bernama Toto Muhtar Saepuloh Pada Tanggal 12 - 12 - 1985, dan diKaruniai oleh Tuhan YME Tiga seorang Anak Laki-laki yaitu diantaranya: 1. Rudi Tyyanda Anak Kesatu/Pertama/Sulung = First Son/1st Children 2. Aldi Muziana Anak Kedua = Second Son/2nd Children 3. Satria Sukma Sejati Anak Ketiga/Terakhir/Bungsu/Bontot = Last Son/3rd Children

                                               

Legenda Ki Rangga Gading

Legenda Ki Rangga Gading adalah salah satu cerita rakyat Indonesia yang berasal dari Kabupaten Tasikmalaya di Jawa Barat dan berlatar tempat di wilayah Kecamatan Karangnunggal. Kabupaten Tasikmalaya terletak di daerah tenggara Priangan, sebuah wilayah bergunung-gunung di Jawa Barat yang didominasi oleh kebudayaan Sunda dan merupakan salah satu kabupaten besar di wilayah Priangan Timur.

                                     

ⓘ Budaya Sunda

Budaya Sunda adalah budaya yang tumbuh dan hidup dalam masyarakat Sunda. Budaya Sunda dikenal dengan budaya yang sangat menjunjung tinggi sopan santun. Pada umumnya karakter masyarakat Sunda adalah periang, ramah-tamah, murah senyum, lemah-lembut, dan sangat menghormati orang tua. Itulah cermin budaya masyarakat Sunda.

                                     

1.1. Budaya Sunda Etos budaya

Kebudayaan Sunda termasuk salah satu kebudayaan tertua di Nusantara. Kebudayaan Sunda yang ideal kemudian sering kali dikaitkan sebagai kebudayaan masa Kerajaan Sunda. Ada beberapa ajaran dalam budaya Sunda tentang jalan menuju keutamaan hidup. Etos dan watak Sunda itu adalah cageur, bageur, singer dan pinter, yang dapat diartikan sehat, baik, mawas, dan cerdas. Kebudayaan Sunda juga merupakan salah satu kebudayaan yang menjadi sumber kekayaan bagi bangsa Indonesia yang dalam perkembangannya perlu dilestarikan. Sistem kepercayaan spiritual tradisional Sunda adalah Sunda Wiwitan yang mengajarkan keselarasan hidup dengan alam. Kini, hampir sebagian besar masyarakat Sunda beragama Islam, tetapi ada beberapa yang tidak beragama Islam, walaupun berbeda namun pada dasarnya seluruh kehidupan ditujukan untuk kebaikan di alam semesta.

                                     

1.2. Budaya Sunda Nilai-nilai budaya

Kebudayaan Sunda memiliki ciri khas tertentu yang membedakannya dari kebudayaan–kebudayaan lain. Secara umum masyarakat Jawa Barat atau Tatar Sunda, dikenal sebagai masyarakat yang lembut, religius, dan sangat spiritual. Kecenderungan ini tampak sebagaimana dalam pameo silih asih, silih asah dan silih asuh ; saling mengasihi mengutamakan sifat welas asih, saling menyempurnakan atau memperbaiki diri melalui pendidikan dan berbagi ilmu, dan saling melindungi saling menjaga keselamatan. Selain itu Sunda juga memiliki sejumlah nilai-nilai lain seperti kesopanan, rendah hati terhadap sesama, hormat kepada yang lebih tua, dan menyayangi kepada yang lebih kecil. Pada kebudayaan Sunda keseimbangan magis dipertahankan dengan cara melakukan upacara-upacara adat sedangkan keseimbangan sosial masyarakat Sunda melakukan gotong-royong untuk mempertahankannya.

                                     

1.3. Budaya Sunda Kesenian

Budaya Sunda memiliki banyak kesenian, diantaranya adalah kesenian sisingaan, tarian khas Sunda, wayang golek, permainan anak-anak, dan alat musik serta kesenian musik tradisional Sunda yang bisanya dimainkan pada pagelaran kesenian.

Sisingaan adalah kesenian khas Sunda yang menampilkan 2–4 boneka singa yang diusung oleh para pemainnya sambil menari. Sisingaan sering digunakan dalam acara tertentu, seperti pada acara khitanan. Wayang golek adalah boneka kayu yang dimainkan berdasarkan karakter tertentu dalam suatu cerita pewayangan. Wayang dimainkan oleh seorang dalang yang menguasai berbagai karakter maupun suara tokoh yang di mainkan. Jaipongan adalah pengembangan dan akar dari tarian klasik. Tarian Ketuk Tilu, sesuai dengan namanya Tarian ketuk tilu berasal dari nama sebuah instrumen atau alat musik tradisional yang disebut ketuk sejumlah 3 buah.

Alat musik khas sunda yaitu, angklung, degung, rampak kendang, suling, kacapi, goong, calung, tarawangsa, toleat, tarompét adalah instrumen musik yang terbuat dari bambu yang unik enak didengar. Angklung juga sudah menjadi salah satu warisan kebudayaan Indonesia. Rampak kendang adalah beberapa kendang instrumen musik tradisional Sunda yang dimainkan bersama secara serentak. Seni Reak kuda lumping adalah sebuah pertunjukan yang terdiri dari empat alat musik ritmis yang berbentuk seperti drum yang terbuat dari kayu dan alas yang di pukul terbuat dari kulit sapi, yang di sebut dog-dog yang ukurannya beragam yaitu Tilingtit ukuran kecil, Tung lebih besar dari Tilingtit, Brung lebih besar dari Tung, Badoblag lebih besar dari Brung.

Ditambah oleh 1 alat musik ritmis bernama bedug yang dipikul dua orang dan ditambah lagi oleh satu alat musik melodis berupa Tarompet yang terbuat dari kayu yang melantunkan musik sunda sampai dangdut yang terkadang di temani seorang sinden. Seni reak ini menampilkan atraksi transendensi dunia metafisika ke dalam dunia profan yang disebut kaul atau jadi, hari jadi dan atraksi dari Bangbarogan. Bangbarongan adalah sebuah kostum yang digunakan oleh orang yang sedang kaul, terbuat dari kayu yang berbentuk kepala besar bertaring dan berwarna merah ditambah karung goni untuk menutupi tubuh sang pemakai. Seni ini terdapat di daerah Bandung Timur dari kecamatan Ujung Berung, Cibiru sampai dengan Kabupaten Sumedang.

Free and no ads
no need to download or install

Pino - logical board game which is based on tactics and strategy. In general this is a remix of chess, checkers and corners. The game develops imagination, concentration, teaches how to solve tasks, plan their own actions and of course to think logically. It does not matter how much pieces you have, the main thing is how they are placement!

online intellectual game →