Back

ⓘ Masyarakat



                                               

Konvensi Masyarakat Adat 1957

Konvensi Masyarakat Adat 1957 atau Konvensi ILO No. 107 adalah konvensi internasional pertama tentang masyarakat adat. Penyelenggaraan konvensi dihadiri oleh negara-negara anggota Organisasi Perburuhan Internasional. Landasan pengadaan konvensi adalah menanggapi keberadaan masyarakat adat dengan karakteristik yang berbeda tetapi menaati hukum adat. Bahasan utama di dalam konvensi ini berkaitan dengan hak masyarakat hukum adat seperti hak atas tanah, pekerjaan dan pendidikan. Dalam konvensi ini, masyarakat adat masih dianggap sebagai masyarakat terbelakang sehingga harus bertahan melalui in ...

                                               

Konvensi Masyarakat Adat 1989

Konvensi Masyarakat Adat 1989 atau Konvensi ILO No. 169 adalah konvensi tentang masyarakat adat yang ditetapkan oleh negara-negara yang termasuk dalam anggota Organisasi Perburuhan Internasional pada tahun 1989. Tujuan penetapannya adalah unduk merevisi Konvensi Masyarakat Adat 1957. Penetapan konvensi ini memberikan perubahan dalam pendekatan Organisasi Perburuhan Internasional terhadap masyarakat yang menerapkan hukum adat. Prinsip utama dalam konvensi ini adalar perlindungan terhadap masyarakat adat dengan memberikan penghargaan atas kebudayaan, cara hidup, tradisi dan kebiasaan mereka. ...

                                               

Konvensi Masyarakat Hukum Adat 1989

Konvensi Masyarakat Hukum Adat 1989 merupakan sebuah konvensi yang dilaksanakan oleh Organisasi Perburuhan Internasional. Konvensi ini membahas revisi konvensi Masyarakat Hukum Adat 1957 yang dinilai tidak lagi relevan oleh ILO. Konvensi ini ditetapkan pada tanggal 27 Juni 1989 dan mulai berlaku pada tanggal 5 September 1991.

                                               

Perspa Pacitan

Persatuan Sepakbola Pacitan disingkat Perspa adalah klub sepakbola Indonesia yang berasal dari Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur dan berdiri pada tanggal 22 Agustus 1958. Mereka berkompetisi di Liga 3 Jawa Timur.

Masyarakat
                                     

ⓘ Masyarakat

Masyarakat adalah sekelompok manusia yang terjalin erat karena sistem tertentu, tradisi tertentu, konvensi dan hukum tertentu yang sama, serta mengarah pada kehidupan kolektif. Sistem dalam masyarakat saling berhubungan antara satu manusia dengan manusia lainnya yang membentuk suatu kesatuan. Masyarakat berfungsi sebagai khalifah dimuka bumi. Masyarakat terbagi menjadi dua golongan utama, yakni penguasa atau pengeksploitasi dan yang dikuasai atau yang dieksploitasi. Kepribadian masyarakat terbentuk melalui penggabungan individu-individu dan aksi-reaksi budaya mereka.

                                     

1. Pengertian

Masyarakat adalah sekelompok manusia yang terjalin erat karena sistem tertentu, tradisi tertentu, konvensi dan hukum tertentu yang sama, serta mengarah pada kehidupan kolektif. Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang karena tuntutan kebutuhan dan pengaruh keyakinan, pikiran, serta ambisi tertentu dipersatukan dalam kehidupan kolektif. Sistem dan hukum yang terdapat dalam suatu masyarakat mencerminkan perilaku-perilaku individu karena individu-indivu tersebut terikat dengan hukum dan sistem tersebut

                                     

2. Kriteria

Masyarakat merupakan sebuah sistem yang saling berhubungan antara satu manusia dengan manusia lainnya yang membentuk suatu kesatuan. Manusia sebagai mahluk sosial membutuhkan manusia lainnya untuk memenuhi kebutuhannya. Mereka tidak dapat hidup sendiri dalam sebuah masyarakat. Kriteria interaksi antarmanusia dijabarkan sebagai berikut:

  • Ada komunikasi antarpelaku dengan menggunakan simbol-simbol.
  • Harus ada pelaku yang jumlahnya lebih dari satu.
  • Ada tujuan-tujuan tertentu, terlepas dari sama atau tidaknya tujuan tersebut dengan yang diperkirakan pengamat.
  • Ada dimensi waktu yang menentukan sifat aksi yang sedang berlangsung.

Masyarakat terjelma bukan karena keberadaannya di satu saat dalam perjalanan waktu. Tetapi ia hanya ada dalam waktu, ia adalah jelmaan waktu. Masyarakat ada setiap saat dari masa lalu ke masa mendatang. Kehadirannya justru melalui fase antara apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi. Dalam masyarakat kini terkandung pengaruh, bekas, dan jiplakan masa lalu serta bibit dan potensi untuk masa depan

                                     

3. Fungsi

Hakikat masyarakat sesuai dengan skenario penciptaan manusia sebagai khalifah dimuka bumi, yakni tegaknya keadilan Ilahi yang berlaku untuk alam dan manusia.

Masyarakat merupakan manusia yang senantiasa berhubungan berinteraksi dengan manusia lain dalam suatu kelompok. Kehidupan masyarakat yang selalu berubah dinamis merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Masyarakat warga atau political society dibentuk dengan tujuan yang spesifik: menjamin hak milik pribadi dan melakukan penertiban sosial dengan menjatuhkan sanksi bagi para pelanggar peraturan.

                                     

4. Unsur dan Ciri-ciri

Menurut Marion Levy bahwa ada empat kriteria yang harus dipenuhi agar sebuah kelompok dapat disebut sebagai masyarakat, yaitu:

  • Kemampuan bertahan yang melebihi masa hidup seorang anggotanya.
  • Adanya sistem tindakan utama yang bersifat swasembada.
  • Kesetiaan pada suatu sistem tindakan utama secara bersama-sama.
  • Perekrutan seluruh atau sebagian anggotanya melalui reproduksi atau kelahiran.

Sedangkan menurut Soerjono Soekanto unsur-unsur pembentuk masyarakat adalah sebagai berikut:

  • Menjadi sistem hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan serta keterkaitan antar anggota masyarkat.
  • Beranggotakan dua orang atau lebih.
  • Berhubungan dengan jangka waktu yang cukup lama yang menghasilkan manusia baru yang berkomunikasi, dan membuat aturan-aturan yang mengatur hubungan antar anggota masyarakat.
  • Anggotanya sadar sebagai satu kesatuan.

Menurut Soerjono Soekanto, ciri-ciri masyarakat yaitu:

  • Melahirkan kebudayaan.
  • Mengalami perubahan.
  • Hidup secara berkelompok.
  • Memiliki stratifikasi sosial.
  • Adanya seorang pemimpin.
  • Adanya interaksi


                                     

5. Golongan

Masyarakat warga yang pertama adalah keluarga, lalu menjadi komunitas warga, meningkat menjadi masyarakat politik dan berujung pada terbentuknya institusi formal negara. Masyarakat warga ditandai dengan adanya tiga unsur: komunitas politik, pemerintahan dan hukum. Isi dari masyarakat warga adalah ketaatan pada hukum, persetujuan hidup bersama, kesetaraan dan penyelenggaraan pemerintahan. Masyarakat warga seperti roda putar hamster wheel di mana individu terlibat dalam sirkuit tak berujung mengejar kekayaan dan penghargaan yang lebih tinggi dan lebih tinggi lagi

Sedangkan masyarakat barbar merujuk pada kehidupan yang selalu disandarkan pada hukum rimba, pada naluri-naluri alami manusia yang saling beradu satu sama lain

Masyarakat terbagi menjadi dua golongan utama, yakni penguasa atau pengeksploitasi dan yang dikuasai atau yang dieksploitasi. Golongan penguasa dilukiskan oleh al-Qur’an sebagai golongan" mustakbirin” orang-orang yang sombong. Sedangkan golongan yang dikuasai dilukiskan al-Qur’an sebagai golongan:mustadh’afin yang tertindas.

                                     

6. Kepribadian

Kepribadian masyarakat tidak sama dengan kepribadian individu. Kepribadian ini terbentuk melalui penggabungan individu-individu dan aksi-reaksi budaya mereka. Masyarakat mempunyai sifat alami, ciri-ciri dan peraturannya sendiri, tindakan-tindakan serta reaksi-reaksinya dapat diterangkan dengan serangkaian hukum umum dan universal. Masyarakat mempunyai kepribadian independennya sendiri, karena itu hanya dapat mengatakan bahwa sejarah mempunyai suatu falsafah dan dibentuk oleh hukum dan norma.

Masyarakat warga terbentuk secara alamiah natural inclination yang mendorong manusia untuk membentuk kehidupan sosial dan ikatan persahabatan. Masyarakat warga terbentuk melalui logika negatif, dengan mekanisme leisure of evil: hukum dan aturan diciptakan justru untuk membatasi dan memblokir insting-insting gelap manusia. Masyarakat warga dikenal sebagai masyarakat borjuis di mana partikularitas dan individualitas jauh lebih menonjol daripada nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas. Dalam masyarakat warga, setiap orang menjadikan dirinya sebagai tujuan.

Dinamika atau perubahan masyarakat dapat terjadi karena beberapa faktor antara lain:

  • Penyebaraan informasi, meliputi pengaruh dan mekanisme media dalam menyampaikan pesan-pesan ataupun gagasan pemikiran
  • Teknologi, suatu unsur dan sekaligus faktor yang cepat berubah sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan
  • Modal, antara lain sumber daya manusia ataupun modal finansial
  • . Ideologi atau agama, keyakinan agama atau ideologi tertentu berpengaruh terhadap proses perubahan sosial
  • Birokrasi, terutama berkaitan dengan berbagai kebijakan pemerintahan tertentu dalam membangun kekuasaannya
  • Agen atau aktor, hal ini secara umum termasuk dalam modal sumber daya manusia, tetapi secara spesifik yang dimaksudkan adalah inisiatif-inisiatif individual dalam" mencari” kehidupan yang lebih baik.


                                     

7. Daftar Pustaka

  • Sudibyo, Agus 2010. "Masyarakat Warga dan Problem Keberadaban". Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. 14 1: 23–46. doi:10.22146/jsp.10947. ISSN 2502-7883.
  • Tejokusumo, Bambang 2014. "Dinamika Masyarakat Sebagai Sumber Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial". Geo Edukasi. 3 1: 38–43. ISSN 2550-1321.
  • Sulfan dan Mahmud, A. 2018. "Konsep Masyarakat Menurut Murtadha Muthahhari Sebuah Kajian Filsafat Sosial". Ilmu Aqidah. 4 2: 269–284. doi:10.24252/aqidahta.v4i2.6012. ISSN 2615-3130.
Free and no ads
no need to download or install

Pino - logical board game which is based on tactics and strategy. In general this is a remix of chess, checkers and corners. The game develops imagination, concentration, teaches how to solve tasks, plan their own actions and of course to think logically. It does not matter how much pieces you have, the main thing is how they are placement!

online intellectual game →