Back

ⓘ Budaya Jawa



                                               

Sambatan

Sambatan adalah kegiatan gotong royong yang sering dilakukan di daerah-daerah pedesaan yang ada di berbagai wilayah di Jawa Tengah,Jawa Timur dan D.I.Yogyakarta. Sambatan sering dilaksanakan ketika ada warga yang akan membangun rumah. Kegiatan ini biasanya dikerjakan pada proses pendirian tiang penyangga genteng rumah atau biasa disebut dengan kuda-kuda. Kegiatan pendirian kayu penyangga/penopang genteng ini disebut dengan "ngedekne omah" dalam bahasa jawa. Sambatan biasanya diikuti oleh seluruh warga yang berada dalam suatu area atau lingkungan tertentu. Biasanya orang yang diminta ikut s ...

                                               

Sri Teddy Rusdy

Dr. Sri Teddy Rusdy, S.H., M.Hum. Dosen Universitas Indonesia ini adalah sarjana hukum dan Magister Ilmu Humaniora dari Universitas Airlangga, Surabaya. Kandidat doktor bidang filsafat dengan konsentrasi filsafat wayang di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Seorang Philanthropist yang menyenangi kegiatan sosial dan memperhatikan dunia seni dan kebudayaan Nusantara. Mendirikan dan memimpin yayasan Kertagama. Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia PEPADI Provinsi DKI Jakarta, Ketua Dewan Pengurus Harian Sekretariat Nasional Wayang Indonesia SENAWANGI. Anggota Dewan Pembina Himpunan Artis Musi ...

                                               

Integritas tubuh

Integritas tubuh adalah gambaran mengenai tubuh yang ideal terkait dengan serangkaian kelengkapan dalam tubuh manusia antara jiwa dan raga. Bukan hanya tangan, hidung, kepala, kaki, mata, rambut, rahim, vagina, penis, jantung, dan lain lain. Nietzche dalam Listiyono menyatakan bahwa tubuh tidak hanya dapat di manfaatkan dan dialami dalam banyak cara, bahwa hasratnya dapat diubah oleh interpretasi budaya, bahwa setiap aspek tubuh dapat secara menyeluruh dimodifikasi oleh teknik-teknik yang sesuai, yaitu tubuh yang lunak yang dapat di tundukkan dan dapat ditempa. Integritas tubuh juga merang ...

                                               

Fin Komodo Teknologi

PT Fin Komodo Teknologi adalah perusahaan otomotif Indonesia yang berada di Cimahi, Jawa Barat. FKT adalah perusahaan otomotif swasta.

Budaya Jawa
                                     

ⓘ Budaya Jawa

Budaya Jawa adalah budaya yang berasal dari Jawa dan dianut oleh masyarakat Jawa khususnya di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Budaya Jawa secara garis besar dapat dibagi menjadi 3 yaitu budaya Banyumasan, budaya Jawa Tengah-DIY, dan budaya Jawa Timur. Budaya Jawa mengutamakan keseimbangan, keselarasan dan keserasian dalam kehidupan sehari-hari. Budaya Jawa menjunjung tinggi kesopanan dan kesederhanaan. Budaya Jawa selain terdapat di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur terdapat juga di daerah perantauan orang Jawa yaitu di Jakarta, Sumatra, dan Suriname. Bahkan budaya Jawa termasuk salah satu budaya di Indonesia yang paling banyak diminati di luar negeri. Beberapa budaya Jawa yang diminati di luar negeri adalah Wayang kulit, Keris, Batik, Kebaya, dan Gamelan. Di Malaysia dan Filipina dikenal istilah keris karena pengaruh Majapahit. LSM Kampung Halaman dari Yogyakarta yang menggunakan wayang remaja adalah LSM Asia pertama yang menerima penghargaan seni dari Amerika Serikat tahun 2011. Gamelan Jawa menjadi pelajaran wajib di AS, Singapura, dan Selandia Baru. Gamelan Jawa rutin digelar di AS dan Eropa atas permintaan warga AS dan Eropa. Sastra Jawa Negarakretagama menjadi satu satunya karya sastra Indonesia yang diakui UNESCO sebagai Memori Dunia. Menurut Guru Besar Arkeologi Asia Tenggara Universitas Nasional Singapura John N. Miksic jangkauan kekuasaan Majapahit meliputi Sumatra dan Singapura, bahkan Thailand yang dibuktikan dengan pengaruh kebudayaan, corak bangunan, candi, patung, dan seni. Bahkan banyak negara di dunia terutama Amerika dan Eropa menyebut Jawa identik kopi. Budaya Jawa termasuk unik karena membagi tingkat bahasa Jawa menjadi beberapa tingkat yaitu Ngoko, Madya, dan Krama. Ada yang berpendapat budaya Jawa identik feodal dan sinkretik. Pendapat itu kurang tepat karena budaya feodal ada di semua negara termasuk Eropa. Budaya Jawa menghargai semua agama dan pluralitas sehingga dinilai sinkretik oleh budaya tertentu yang hanya mengakui satu agama tertentu dan sektarian.

                                     

1. Agama

Budaya Jawa juga menghasilkan agama sendiri yaitu Kejawen. Kejawen berisikan tentang seni, budaya, tradisi, ritual, sikap serta filosofi orang-orang Jawa. Kejawen juga memiliki arti spiritualistis atau spiritualistis suku Jawa. Tetapi mayoritas orang Jawa sekarang menganut agama Islam dan sebagian kecil orang Jawa menganut agama Kristen atau Katolik. Dahulu orang Jawa menganut agama Hindu, Buddha, dan Kejawen. Bahkan orang Jawa ikut menyebarkan agama Hindu dan Buddha dengan sejumlah kerajaan Hindu-Buddha Jawa yang berperan. Orang Jawa juga ikut menyebarkan agama Islam dan Kristen atau Katolik di Indonesia. Orang Jawa termasuk unik karena menjadi satu satunya suku di Indonesia yang berperan penting dalam menyebarkan 5 agama besar. Seorang peneliti AS Clifford Geertz bahkan pernah meneliti orang Jawa dan membagi orang Jawa menjadi 3 golongan besar yaitu: Abangan, Priyayi, dan Santri.

                                     

2. Sastra

Sejarah Sastra Jawa dimulai dengan sebuah prasasti yang ditemukan di daerah Sukabumi Sukobumi, Pare, Kediri Jawa Timur. Prasasti yang biasa disebut dengan nama Prasasti Sukabumi ini bertarikh 25 Maret tahun 804 Masehi. Isinya ditulis dalam bahasa Jawa Kuno. Setelah prasasti Sukabumi, ditemukan prasasti lainnya dari tahun 856 M yang berisikan sebuah sajak yang disebut kakawin. Kakawin yang tidak lengkap ini adalah sajak tertua dalam bahasa Jawa Kuno.

Sejarah sastra Jawa dibagi dalam empat masa:

  • Sastra Jawa Kuna
  • Sastra Jawa Modern
  • Sastra Jawa Tengahan
  • Sastra Jawa Baru

Bahasa Jawa pertama-tama ditulis dalam aksara turunan aksara Pallawa yang berasal dari India Selatan. Aksara ini yang menjadi cikal bakal aksara Jawa modern atau Hanacaraka yang masih dipakai sampai sekarang. Dengan berkembangnya agama Islam pada abad ke-15 dan ke-16, huruf Arab juga dipergunakan untuk menulis bahasa Jawa; huruf ini disebut dengan nama huruf pegon. Ketika bangsa Eropa menjajah Indonesia, termasuk Jawa, abjad Latin pun digunakan untuk menulis bahasa Jawa. Dongeng Jawa seperti cerita panji ternyata juga dikenal dan dipentaskan di Thailand dan Filipina. Banyak sastra Jawa yang berada di Eropa terutama Belanda bahkan ada perguruan tinggi Belanda yang membuka mata kuliah sastra Jawa seperti Universitas Leiden. Beberapa kakawin yang ditulis oleh pujangga Jawa menyadur dari karya India atau cerita Jawa di antaranya adalah:

  • Kakawin Arjunawiwāha
  • Kakawin Smaradahana
  • Kakawin Bhāratayuddha
  • Kakawin Ramayana
  • Kakawin Kresnayana
  • Kakawin Sutasoma menjadi motto Bhinneka Tunggal Ika
  • Kakawin Nagarakretagama
                                     

3. Bahasa

Bahasa Jawa adalah bahasa yang digunakan penduduk suku bangsa Jawa di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Selain itu, Bahasa Jawa juga digunakan oleh penduduk yang tinggal beberapa daerah lain seperti di Banten terutama kota Serang, kabupaten Serang, kota Cilegon dan kabupaten Tangerang, Jawa Barat khususnya kawasan Pantai utara terbentang dari pesisir utara Karawang, Subang, Indramayu, kota Cirebon dan kabupaten Cirebon. Kawasan-kawasan luar Jawa yang terdapat penutur bahasa Jawa yaitu: Lampung 61.9%, Jakarta 35%, Sumatra Utara 32.6%, Kaltim 29.5%, Jambi 27.6%, Sumatra Selatan 27%, Riau 25%, Aceh 15.87% yang dikenal sebagai Aneuk Jawoe. Penutur bahasa Jawa juga ditemukan dalam jumlah besar di Suriname, yang mencapai 15% dari penduduk secara keseluruhan, kemudian di Kaledonia Baru bahkan sampai kawasan Aruba dan Curacao serta Belanda. Sebagian kecil bahkan menyebar ke wilayah Guyana Prancis dan Venezuela. Pengiriman tenaga kerja ke Korea, Hong Kong, serta beberapa negara Timur Tengah juga memperluas wilayah sebar pengguna bahasa ini meskipun belum bisa dipastikan kelestariannya.



                                     

4. Kerajaan

Banyaknya kerajaan yang pernah berdiri di Jawa juga menyumbang ragam kebudayaan di Jawa. Kerajaan Jawa yang banyak mengusai daerah lain termasuk Malaysia dan Filipina ikut menyumbang tersebarnya budaya keris di seluruh Indonesia dan Asia. Kerajaan yang pernah berdiri di Jawa di antaranya:

Kerajaan Hindu/Buddha

  • Kerajaan Kadiri 1042–1222
  • Kerajaan Kalingga
  • Kerajaan Mataram Hindu
  • Kerajaan Singasari 1222–1292
  • Kerajaan Kahuripan
  • Kerajaan Majapahit 1292–1527
  • Kerajaan Janggala
  • Kerajaan Kanjuruhan

Kerajaan Islam

  • Kesultanan Mataram 1588–1681
  • Kesultanan Demak 1475–1548
  • Kesultanan Pajang 1548–1588

Kerajaan Jawa modern

  • Praja Mangkunagaran
  • Kasunanan Surakarta
  • Kadipaten Paku Alaman
  • Kasultanan Yogyakarta
                                     

5.1. Teknologi Arsitektur

Arsitektur Jawa adalah bentuk bangunan khas yang dirancang oleh orang Jawa untuk berbagai fungsi. Di antaranya adalah rumah Jawa atau Joglo yang sangat unik bentuknya. Bentuk bangunan Jawa sangat dipengaruhi oleh agama Hindu, Buddha, dan Islam. Arsitektur Jawa juga mengadaptasi bentuk bangunan Tionghoa, Belanda, dan Arab. Sejak dahulu orang Jawa sudah pandai dalam membuat arsitektur hal ini terbukti dengan ditemukannya sejumlah candi monumental di Jawa seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Bahkan Jateng-DIY dan Jatim tercatat sebagai wilayah di Indonesia yang terbanyak memiliki candi dengan lebih dari 50 buah candi. Di Jawa juga banyak terdapat masjid yang merupakan akulturasi budaya Hindu dan Islam seperti Masjid Agung Demak.

                                     

5.2. Teknologi Terakota Majapahit

Terakota Majapahit adalah kerajinan tanah liat era Majapahit. Seni Terakota adalah satu karakter budaya pada masa Majapahit yang cukup terkenal dan banyak ditemukan. Hasil seni ini berupa arca, bak air, jambangan, vas bunga, hiasan atap rumah, genteng, dinding sumur jobong, kendi, atau celengan. Pada era Majapahit pengetahuan tentang pembuatan barang-barang dari tanah liat bakar dengan prinsip yaitu membuat bentuk atau model dari tanah liat, mengeringkan di bawah sinar matahari, dan membakarnya dalam api.

                                     

5.3. Teknologi Kapal Jong

Hasil budaya teknologi Jawa lainnya adalah Kapal jong Jawa yaitu sebuah kapal layar tradisional yang digunakan oleh orang Jawa pada zaman kerajaan dahulu. Kapal jong Jawa inilah yang ditiru China, menghasilkan kapal jung China bahasa China: chuán. Lambung kapal jong dibentuk dengan menyambungkan papan-papan pada lunas kapal. Kemudian disambungkan pada pasak kayu tanpa menggunakan kerangka, baut, atau paku besi. Ujung haluan dan buritan kapal berbentuk lancip. Kapal ini dilengkapi dengan dua batang kemudi menyerupai dayung, serta layar berbentuk segi empat. Kapal jong yang disebut sebagai Kun-lun po perahu orang Kunlun - Yakni Jawa dan Sumatra ini telah memainkan peran besar dalam segenap urusan orang Jawa di bidang pelayaran, selama beratus ratus tahun sebelum abad ke-13. Memasuki awal abad ke-8, peran kapal Borobudur digeser oleh kapal Jawa yang berukuran lebih besar, dengan tiga atau empat layar yaitu jong. Pelaut Portugis menyebut juncos, pelaut Italia menyebut zonchi. Istilah jong dipakai pertama kali dalam catatan perjalanan Rahib Odorico, John de Marignolli, dan Ibnu Battuta yang berlayar ke Nusantara, awal abad ke-14 mereka memuji kehebatan kapal Jawa berukuran raksasa sebagai penguasa laut Asia Tenggara. Teknologi pembuatan jong tak jauh berbeda dengan pengerjaan kapal Borobudur; seluruh badan kapal dibangun tanpa menggunakan paku.



                                     

5.4. Teknologi Pendidikan

Pendidikan menempati arti sangat penting bagi orang Jawa. Bahkan bapak pendidikan Indonesia yaitu Ki Hadjar Dewantara adalah orang Jawa dan dia adalah pelopor pendidikan Indonesia. School tot Opleiding van Indische Artsen atau STOVIA sekolah kedokteran pertama di Indonesia adalah pendidikan modern pertama bagi orang Indonesia termasuk orang Jawa. Pada masa modern pendidikan tetap menempati peran penting bagi orang Jawa. Bahkan dalam Peringkat universitas di Indonesia menurut Webometrics tercatat 30 perguruan tinggi dari Jateng-DIY dan Jatim termasuk 50 perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Bahkan dalam Olimpiade Sains Nasional yang merupakan kompetisi bidang sains bagi para siswa pada jenjang SD, SMP, dan SMA di Indonesia tercatat dimenangkan oleh hanya 2 provinsi yaitu DKI Jakarta 4 kali pada tahun 2004, 2005, 2009, 2010 dan Jawa Tengah 8 kali pada tahun 2002, 2003, 2006, 2007, 2008, 2011, 2012, 2013.

                                     

6. Kalender

Kalender Jawa adalah sebuah kalender yang merupakan perpaduan antara budaya Islam, budaya Hindu-Buddha Jawa, dan budaya Eropa. Dalam sistem kalender Jawa, siklus hari yang dipakai ada dua: siklus mingguan yang terdiri dari 7 hari seperti yang kita kenal sekarang, dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari 5 hari pasaran. Pada tahun 1625 Masehi, Sultan Agung yang berusaha keras menyebarkan agama Islam di pulau Jawa dalam kerangka negara Mataram mengeluarkan dekrit untuk mengubah penanggalan Saka. Sejak saat itu kalender Jawa versi Mataram menggunakan sistem kalender kamariah atau lunar, namun tidak menggunakan angka dari tahun Hijriyah saat itu tahun 1035 H. Angka tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan. Hal ini dilakukan demi asas kesinambungan. Sehingga tahun yang saat itu adalah tahun 1547 Saka, diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa. Dekrit Sultan Agung berlaku di seluruh wilayah kerajaan Mataram II yaitu seluruh pulau Jawa dan Madura kecuali Banten, Batavia, dan Banyuwangi Blambangan.

                                     

7. Kesenian

Seni Tradisional Jawa adalah karya seni yang diciptakan dan berasal dari Pulau Jawa, Indonesia. Beberapa contoh dari seni tradisional jawa antara lain tari Gambyong. Kesenian tradisional dari Jawa ada berbagai macam, tetapi secara umum dalam satu akar budaya kesenian Jawa ada 3 kelompok besar yaitu Banyumasan Ebeg, Jawa Tengah-DIY Ketoprak dan Srimpi, dan Jawa Timur Ludruk dan Reog.

                                     

7.1. Kesenian Tari

  • Tari Reog dari Jawa Timur
  • Tari Remo dari Jawa Timur
  • Tari Emprak dari Jawa Tengah
  • Tari Gandrung dari Banyuwangi
  • Tari Kuda Lumping dari Jawa Tengah
  • Tari Sintren dari Jawa Tengah
  • Tari Golek Menak dari Yogyakarta
  • Tari Kridhajati dari Jepara
  • Tari Seblang dari Jawa Timur
  • Tari Bambangan Cakil dari Jawa Tengah
  • Tari Angguk dari Yogyakarta
  • Tari Ebeg dari Banyumas
                                     

7.2. Kesenian Musik

Langgam Jawa merupakan bentuk adaptasi musik keroncong ke dalam musik tradisional Jawa, khususnya gamelan. Tokoh-tokoh musik ini di antaranya Andjar Any, Gesang, Ki Narto Sabdo, dan Waljinah.

                                     

7.3. Kesenian Silat

Ada perguruan silat bernama Kali Majapahit yang berasal dari Filipina dengan anggotanya dari Asia dan Amerika. Silat Kali Majapahit ini mengklaim berakar dari Kerajaan Majapahit kuno yang disebut menguasai Filipina, Singapura, Malaysia, dan Thailand. Silat Jawa lainnya adalah Perisai Diri yang didirikan oleh almarhum R.M. Soebandiman Dirdjoatmodjo, putra bangsawan Keraton Paku Alam. Teknik silat Perisai Diri mengandung unsur 156 aliran silat dari berbagai daerah di Indonesia ditambah dengan aliran Shaolin Siauw Liem dari negeri Tiongkok. Silat Persaudaraan Setia Hati Terate PSHT yang didirikan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo dan berawal dibentuk oleh Ki Ngabehi Soerodwirdjo, persaudaraan yang anggota keluarganya disebut Sedulur Tunggal Ketjer, sedangkan permainan pencak silatnya dahulu disebut Djojo Gendilo Tjipto Muljo. Merpati Putih dan silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah juga diciptakan oleh orang Jawa. Keempat seni silat ini sudah tersebar ke Amerika dan Eropa.



                                     

8. Masakan

Budaya petani di Jawa Tengah dan Jawa Timur dikenal sebagai produsen beras terbesar di Indonesia. Jawa Timur dan Jawa Tengah penyumbang beras terbesar di Indonesia yaitu Jawa Timur 31.27%, Jawa Tengah 23.79%, Jawa Barat 15.19%, Sulawesi Selatan 10.10% dan Nusa Tenggara Barat 4.6%. Produksi Bawang merah Jawa mencapai 68% produksi nasional Indonesia. Selain sebagai produsen beras dan bawang terbesar Jateng dan Jatim juga menghasilkan aneka ragam masakan. Masakan Jawa adalah masakan khas yang berasal dari pulau Jawa, kecuali Jawa Barat yang mempunyai kekhasan khusus sebagai Masakan Sunda. Masakan Jawa tersedia tidak hanya di Warung Tegal. Depot Makan juga menjadi istilah lain dari warung yang menyajikan masakan Jawa. Pada umumnya istilah Depot digunakan di beberapa daerah di Jawa Timur. Bahan makanan tempe menjadi masakan internasional dan menjadi satu satunya masakan Indonesia yang tidak terpengaruh oleh masakan Tionghoa, masakan India, atau masakan Arab.

Free and no ads
no need to download or install

Pino - logical board game which is based on tactics and strategy. In general this is a remix of chess, checkers and corners. The game develops imagination, concentration, teaches how to solve tasks, plan their own actions and of course to think logically. It does not matter how much pieces you have, the main thing is how they are placement!

online intellectual game →